Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan tanggapan terkait kritik yang ditujukan kepada pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Sorotan terhadap Herdman meningkat setelah Timnas Indonesia hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Malaysia dalam laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Hasil ini membuat Indonesia gagal meraih tiga poin penting.
Usai pertandingan, suporter di SUGBK sempat meneriakkan nama pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong, menandakan ketidakpuasan terhadap performa tim. Menjelang laga terakhir Grup A melawan Bangladesh, tekanan terhadap Herdman semakin besar. Erick Thohir memahami kritik tersebut, menyatakan bahwa sorotan dari suporter adalah bagian dari konsekuensi yang harus dihadapi seorang pelatih.
“Sepakbola memang kejam, tetapi itulah risiko yang diambil oleh pelatih,” ujar Erick. Meskipun menghadapi kritik, Erick tetap mengapresiasi perjuangan para pemain yang bermain dengan 10 orang setelah Thom Haye mendapatkan kartu merah. Ia menilai bahwa skuad Garuda telah berjuang keras meski dalam kondisi sulit.
Hasil imbang tersebut masih memberikan peluang bagi Indonesia untuk melaju ke final, namun mereka harus meraih kemenangan saat menghadapi Bangladesh. Erick mengingatkan para pemain untuk tetap fokus dan tidak terpengaruh oleh tekanan menjelang pertandingan penting tersebut. “Bangladesh tidak boleh dipandang sebelah mata, kita harus fight,” tegasnya.



