Timnas Indonesia menunjukkan dominasinya di ajang FIFA ASEAN Cup 2026 dengan nilai pasar tertinggi di antara delapan tim peserta. Menjelang laga melawan Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, nilai pasar skuad Garuda mencapai EUR 22,84 juta, setara dengan sekitar Rp378,66 miliar. Ini jauh lebih tinggi dibandingkan Bangladesh yang berada di peringkat keempat dengan nilai EUR 6,69 juta atau sekitar Rp115,15 miliar.
Kevin Diks, bek serbabisa yang bermain untuk Borussia Mönchengladbach, menjadi pemain termahal dalam skuad Indonesia dengan nilai pasar EUR 5 juta (sekitar Rp101,77 miliar). Di sisi lain, gelandang Bangladesh, Hamza Choudhury, yang bermain di Sheffield United, memiliki nilai pasar EUR 4 juta (sekitar Rp80,98 miliar).
Pelatih Bangladesh, Thomas Dooley, mengakui kekuatan skuad Indonesia yang kini memiliki banyak pemain dari liga-liga top Eropa. Ia menilai tim ini jauh lebih kuat dibandingkan saat ia bertanding melawan Indonesia di masa lalu. Laga melawan Bangladesh menjadi sangat krusial bagi Indonesia untuk menjaga peluang melaju ke final, dengan tuntutan untuk meraih kemenangan besar agar bisa melanjutkan langkah di turnamen ini.



