Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, tengah berupaya memperkuat skuad Garuda dengan membidik dua pemain diaspora baru. Fokus utama dari pencarian ini adalah sektor sayap, yang dianggap krusial untuk meningkatkan kecepatan dan variasi serangan tim dalam menghadapi kompetisi internasional.
Herdman mengungkapkan bahwa ia mencari pemain dengan karakter dinamis, meskipun proses perekrutan tidak mudah. Beberapa pemain yang dipertimbangkan juga memiliki opsi untuk membela negara lain, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi tim pelatih.
Kebutuhan akan pemain sayap menjadi sorotan karena Herdman menginginkan sosok yang mampu memberikan ancaman melalui kecepatan dan kemampuan melewati pemain bertahan. Dalam sepak bola modern, karakteristik ini sangat penting, terutama saat menghadapi tim dengan pertahanan yang solid.
Nama Demiane Agustien, pemain muda yang berkarier di Arsenal, muncul dalam pembicaraan terkait pencarian ini. Meskipun demikian, belum ada konfirmasi resmi bahwa Agustien termasuk dalam dua pemain yang dicari Herdman.
Herdman secara spesifik menyebutkan kebutuhan akan pemain di posisi nomor 7 dan nomor 11, yang identik dengan peran sayap. Pemain di posisi ini diharapkan dapat membuka ruang, melakukan penetrasi, dan berkontribusi dalam serangan balik cepat.
Kecepatan berlari hingga 36 kilometer per jam menjadi salah satu kriteria yang diinginkan Herdman. Namun, kecepatan bukanlah satu-satunya faktor penentu kualitas seorang winger. Kemampuan mengambil keputusan dalam situasi satu lawan satu, mengirim umpan silang yang akurat, serta menciptakan peluang juga sangat penting.
Dengan adanya winger yang mampu mengubah tempo permainan, Timnas Indonesia diharapkan dapat memaksimalkan transisi dari bertahan ke menyerang, sehingga serangan tidak hanya bergantung pada kombinasi umpan pendek atau penetrasi dari tengah.
Demiane Agustien, yang memiliki kemampuan bermain sebagai gelandang serang maupun penyerang sayap, kini menjadi perhatian PSSI dalam proses naturalisasi pemain diaspora baru untuk memperkuat tim.



