Arema FC mengambil langkah tegas dengan memecat pelatih Marcos Santos setelah tim mengalami kekalahan telak 1-5 dari Persija Jakarta. Keputusan ini diumumkan pada Jumat, 23 Oktober 2026, sebagai respons terhadap performa buruk tim yang telah berlangsung. Manajemen Arema menyatakan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap hasil negatif yang didapat menjadi alasan utama pemecatan ini.
Dalam pernyataan resmi melalui akun Instagram, manajemen klub menyampaikan, “Manajemen Arema FC secara resmi menyudahi kerja sama dengan pelatih kepala Marcos Santos.” Mereka menekankan bahwa langkah ini diambil demi memperbaiki arah perjalanan tim di kompetisi musim ini.
Kekalahan dari Persija membuat posisi Arema semakin terpuruk di klasemen sementara, di mana mereka kini berada di peringkat ke-12. Sejak awal musim 2025/2026, Marcos Santos telah melatih Arema dan berhasil membawa timnya finis di posisi kesembilan. Namun, performa tim di musim keduanya tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan hanya satu kemenangan dari enam pertandingan awal musim 2026/2027.
Arema FC mencatatkan tiga hasil imbang dan dua kekalahan lainnya, yang semakin memperburuk situasi. Meskipun berpisah dengan Santos, klub tetap memberikan apresiasi atas dedikasinya selama ini dan meminta maaf kepada para pendukung setia.
Reaksi dari suporter Arema FC pun cukup positif, dengan mayoritas menyambut pemecatan ini dengan ucapan syukur. Mereka menyoroti kekalahan besar dari Persija sebagai salah satu faktor utama ketidakpuasan terhadap kinerja tim.



