Empat tahun setelah Tragedi Kanjuruhan, yang merenggut 135 nyawa pada 1 Oktober 2022, Presiden FIFA Gianni Infantino mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam. Dalam pernyataannya di media sosial, Infantino menyampaikan dukungan kepada keluarga korban dan menegaskan komitmen FIFA untuk mendampingi Indonesia dalam transformasi sepak bola.
Infantino menekankan pentingnya keselamatan dalam sepak bola, dan menyatakan bahwa FIFA akan bekerja sama dengan PSSI dan pemerintah Indonesia untuk menciptakan sistem yang lebih aman. Kerja sama ini mencakup pengembangan infrastruktur, program sepak bola akar rumput, dan pengembangan pemain.
Tragedi Kanjuruhan terjadi setelah pertandingan Liga 1 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya, di mana kericuhan pecah setelah pertandingan berakhir. Gas air mata yang ditembakkan ke arah penonton menyebabkan kepanikan dan desak-desakan di pintu keluar stadion, mengakibatkan banyak korban jiwa dan luka-luka. Komnas HAM mencatat adanya pelanggaran HAM dalam insiden tersebut, termasuk penggunaan kekuatan yang berlebihan dan masalah tata kelola keselamatan pertandingan.



