Langsung ke konten
Soccer 101

Apa Itu VAR? Cara Kerja Video Assistant Referee Menurut Laws of the Game 2026/27

VAR adalah ofisial pertandingan dengan akses rekaman video yang membantu wasit mengoreksi kesalahan jelas dan insiden serius yang terlewat dalam lima kategori keputusan utama.

Ilustrasi wasit meninjau tayangan ulang VAR di monitor pinggir lapangan

Memahami VAR: Asisten Wasit Video dalam Sepak Bola

VAR (Video Assistant Referee) adalah ofisial pertandingan yang memiliki akses independen ke rekaman pertandingan. Tugas utama VAR adalah membantu wasit di lapangan hanya jika terjadi “clear and obvious error” (kesalahan jelas dan nyata) atau “serious missed incident” (insiden serius yang terlewat). Dengan kata lain, VAR bukan alat untuk meninjau semua keputusan wasit, melainkan hanya untuk memperbaiki kesalahan yang benar-benar nyata dan berdampak signifikan pada jalannya pertandingan.

VAR bekerja dari ruang operasi video (Video Operation Room) yang dilengkapi dengan beberapa asisten VAR (AVAR) untuk memastikan pengamatan yang akurat dan cepat.

Kategori Keputusan yang Bisa Ditinjau VAR

Protokol VAR dalam Laws of the Game 2026/27 menyebut lima kategori yang bisa ditinjau; kategori kelima hanya berlaku jika kompetisi memilih menerapkannya:

  1. Gol atau tidak gol, termasuk insiden seperti pelanggaran tim penyerang (misalnya handball, foul, offside) dan apakah bola sudah keluar sebelum gol tercipta.
  2. Penalti atau tidak penalti, termasuk peninjauan lokasi pelanggaran (apakah di dalam atau di luar kotak penalti).
  3. Kartu merah, termasuk kartu merah akibat kartu kuning kedua yang jelas keliru—perubahan penting pada aturan 2026/27.
  4. Salah identitas pemain yang dihukum.
  5. Tendangan sudut yang jelas keliru (opsi kompetisi), jika keputusan bisa segera diubah tanpa menunda restart.

Misalnya, bayangkan sebuah situasi di mana wasit memberikan kartu kuning kedua kepada seorang pemain, namun tayangan ulang menunjukkan bahwa kartu kedua tersebut sebenarnya tidak tepat. Dalam kasus ini, VAR dapat meninjau dan membantu wasit memperbaiki keputusan tersebut.

Proses Check, Review, dan On-Field Review (OFR)

Wasit di lapangan wajib membuat keputusan awal dan tidak diperbolehkan untuk tidak memutuskan dan menyerahkan sepenuhnya kepada VAR. Jika VAR mendeteksi potensi kesalahan jelas, VAR akan merekomendasikan wasit untuk melakukan review. Namun, keputusan akhir tetap di tangan wasit.

Ada dua jenis review:

  • On-Field Review (OFR): Wasit melihat tayangan ulang sendiri di area review wasit di pinggir lapangan. Biasanya digunakan untuk keputusan yang bersifat subjektif.
  • VAR-only Review: Wasit memutuskan berdasarkan informasi dari VAR tanpa menonton ulang sendiri, biasanya untuk keputusan faktual seperti posisi offside atau titik kontak pelanggaran.

Di akhir kedua jenis review, wasit wajib menunjukkan “TV signal”, lalu segera mengomunikasikan keputusan akhirnya.

Tidak ada batas waktu untuk proses review, karena akurasi lebih penting daripada kecepatan. Selain itu, pelatih atau pemain tidak bisa meminta review secara langsung karena VAR secara otomatis memeriksa setiap situasi yang relevan.

Contoh Situasi yang Bisa Ditinjau

  • Gol: Jika ada dugaan pelanggaran tim penyerang saat gol terjadi, seperti handball atau offside, VAR dapat meninjau.
  • Penalti: Peninjauan lokasi pelanggaran untuk memastikan apakah benar terjadi di dalam kotak penalti.
  • Kartu Kuning: Untuk memastikan identitas pemain yang benar saat kartu kuning diberikan, terutama jika ada keraguan.

Batasan VAR

VAR tidak bisa meninjau keputusan restart permainan seperti tendangan sudut, lemparan ke dalam, atau tendangan bebas setelah permainan sudah dimulai kembali. Setelah restart, review hanya diperbolehkan untuk kasus salah identitas atau potensi kartu merah terkait tindakan serius seperti kekerasan, meludah, menggigit, atau ucapan sangat ofensif.

Selain itu, gangguan teknologi VAR atau keputusan yang tidak meninjau suatu insiden tidak menjadi alasan pembatalan pertandingan.

Sejarah Singkat VAR

Gagasan VAR lahir dari proyek “Refereeing 2.0” pada awal 2010-an di bawah arahan KNVB, federasi sepak bola Belanda. Laga profesional non-persahabatan pertama yang memakai VAR adalah Ajax vs Willem II di Piala KNVB, 21 September 2016. Pada 3 Maret 2018, IFAB memasukkan VAR ke Laws of the Game secara permanen, dan Piala Dunia FIFA 2018 menjadi kompetisi pertama yang memakai VAR penuh di semua pertandingan dan venue.

Salah Kaprah tentang VAR

  • Salah kaprah bahwa VAR tidak bisa meninjau kartu kuning kedua kini sudah tidak berlaku karena aturan 2026/27 memperbolehkan hal tersebut.
  • Pelatih atau pemain tidak bisa meminta review seperti challenge di tenis; VAR bekerja otomatis.
  • Keputusan akhir tetap di tangan wasit, bukan VAR.
  • VAR meninjau lima kategori, bukan empat; kategori kelima (tendangan sudut) adalah opsi kompetisi.

Kesimpulan

VAR adalah alat penting untuk membantu wasit mengoreksi kesalahan nyata dalam pertandingan sepak bola, dengan fokus pada lima kategori keputusan utama. Prosesnya melibatkan keputusan awal wasit, rekomendasi dari VAR, dan review yang bisa dilakukan oleh wasit sendiri. Namun, VAR memiliki batasan dan tidak menggantikan keputusan wasit sepenuhnya.

Perlu diingat bahwa aturan dan penerapan VAR dapat berubah setiap musim sesuai perkembangan Laws of the Game dan kebijakan kompetisi masing-masing.

← Sebelumnya Persib Bandung Siap Hadapi Port FC di ASEAN Club Championship 2026 Selanjutnya → Cristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal