Langsung ke konten
Soccer 101

Aturan Handball dalam Sepak Bola (Laws of the Game 2026/27)

Tidak setiap bola yang menyentuh tangan atau lengan pemain dihitung sebagai handball. Aturan terbaru menetapkan batas lengan dan situasi yang dianggap pelanggaran.

Ilustrasi bola mengenai lengan bek di kotak penalti dengan wasit mengamati

Memahami Batas Lengan dalam Aturan Handball

Dalam aturan sepak bola edisi 2026/27, batas atas lengan yang dinilai untuk handball adalah sejajar dengan bagian bawah ketiak. Artinya, bahu tidak termasuk dalam area yang dinilai handball. Jadi, bola yang mengenai bahu pemain tidak dianggap pelanggaran, baik disengaja maupun tidak. Hal ini penting untuk membedakan kontak bola yang sah dan yang melanggar aturan.

Tiga Situasi yang Dihitung Handball

Handball terjadi jika salah satu dari kondisi berikut terpenuhi:

  1. Pemain dengan sengaja menyentuh bola menggunakan tangan atau lengan, seperti menggerakkan tangan ke arah bola.
  2. Bola mengenai tangan atau lengan yang membuat tubuh pemain tampak “lebih besar secara tidak wajar”. Ini berarti posisi tangan atau lengan tidak merupakan bagian alami dari gerakan tubuh dalam situasi tersebut.
  3. Pemain mencetak gol langsung menggunakan tangan atau lengan, atau gol tercipta segera setelah bola menyentuh tangan/lengan, meskipun tidak disengaja. Ini berlaku juga untuk kiper.

Hukuman untuk Pelanggaran Handball

Jika handball terjadi, hukuman yang diberikan adalah:

  • Tendangan bebas langsung untuk lawan, kecuali jika pelanggaran dilakukan oleh kiper di dalam kotak penalti.
  • Tendangan penalti jika handball terjadi di dalam kotak penalti pemain yang melanggar.

Selain itu, kartu dapat diberikan:

  • Kartu kuning untuk handball yang mengganggu atau menghentikan serangan menjanjikan, serta untuk handball dalam upaya mencetak gol, berhasil atau tidak.
  • Kartu merah untuk handball yang disengaja menggagalkan gol atau peluang emas (kecuali kiper di kotak penalti), dan handball tidak sengaja yang terjadi di luar kotak penalti sendiri.

Jika penalti diberikan karena handball yang menggagalkan peluang emas di kotak penalti, handball tidak sengaja mendapat kartu kuning, sedangkan handball sengaja mendapat kartu merah.

Peran Kiper dalam Aturan Handball

Kiper memiliki batasan khusus:

  • Di luar kotak penalti, kiper memiliki batasan memegang bola yang sama dengan pemain lain.
  • Jika kiper memegang bola di kotak penalti saat tidak diizinkan, maka diberikan tendangan bebas tidak langsung tanpa sanksi kartu.
  • Kiper juga tidak boleh menyentuh bola dengan tangan setelah bola sengaja ditendang kepadanya oleh rekan setim atau langsung dari lemparan ke dalam rekan setim (back-pass rule). Pelanggaran ini dihukum tendangan bebas tidak langsung.

Contoh Situasi Handball

  • Pemain yang sengaja menangani bola di dekat garis samping tanpa lawan di dekatnya akan dikenai tendangan bebas langsung tanpa kartu, karena tidak menghentikan serangan atau peluang emas.
  • Jika bek sengaja menghalau bola dengan tangan di kotak penalti, tetapi bola jatuh ke penyerang yang kemudian mencetak gol, gol tetap sah dan bek tidak mendapat kartu karena aturan keuntungan (advantage).
  • Penalti dapat diberikan jika posisi tangan/lengan pemain tidak wajar saat bola mengenai tangan/lengan tersebut.

Handball dan Teknologi VAR serta Kaitannya dengan Offside

Dalam protokol VAR, handball yang dilakukan tim penyerang dalam proses terjadinya gol dapat ditinjau ulang. Tayangan lambat digunakan untuk memastikan titik kontak bola dengan tangan/lengan, sedangkan kecepatan normal digunakan untuk menilai apakah terjadi pelanggaran handball.

Terkait offside, pemain yang berada dalam posisi offside yang menerima bola dari lawan yang sengaja memainkannya, termasuk lewat handball sengaja, tidak dianggap mendapat keuntungan dari posisi offside tersebut.

Mengapa Handball Sering Menjadi Kontroversi

Handball sering menjadi sumber kontroversi karena penilaian yang subjektif, terutama terkait niat pemain dan posisi tangan/lengan yang dianggap “tidak wajar”. Keputusan wasit harus mempertimbangkan konteks gerakan pemain dan situasi permainan secara keseluruhan, yang terkadang sulit dinilai secara cepat dan tepat.

Salah Kaprah Mengenai Handball

Ada beberapa kesalahpahaman umum yang perlu diluruskan:

  • Tidak setiap bola yang mengenai tangan adalah handball. Kontak bola dengan tangan/lengan harus memenuhi kriteria tertentu agar dianggap pelanggaran.
  • Bola yang mengenai bahu tidak termasuk handball karena bahu bukan bagian dari lengan menurut aturan.
  • Handball yang tidak disengaja bisa berujung kartu merah jika menggagalkan gol atau peluang emas di luar kotak penalti sendiri, berbeda dengan anggapan bahwa handball tidak disengaja tidak pernah mendapat kartu merah.

Kesimpulan

Aturan handball dalam Laws of the Game 2026/27 menegaskan bahwa tidak setiap sentuhan bola dengan tangan atau lengan adalah pelanggaran. Penilaian didasarkan pada batas lengan dari bawah ketiak, niat pemain, posisi tangan/lengan, dan dampak pada permainan seperti gol atau peluang emas. Hukuman yang diberikan bervariasi mulai dari tendangan bebas, penalti, hingga kartu kuning atau merah tergantung situasi. Pemahaman yang tepat terhadap aturan ini penting untuk mengurangi kontroversi dan memastikan permainan berjalan adil.

← Sebelumnya Millwall FC Rayakan Keberhasilan Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Selanjutnya → Keberhasilan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Dapatkan Sorotan Media Inggris