Debut Calvin Verdonk sebagai starter di Liga Champions berakhir dengan kekecewaan setelah Lille mengalami kekalahan 2-4 dari Galatasaray. Pertandingan yang berlangsung di markas Lille pada 22 Oktober 2026 ini menjadi momen pahit bagi bek Timnas Indonesia tersebut.
Verdonk, yang diturunkan di posisi bek kiri, menyaksikan timnya berjuang keras meski sempat unggul melalui dua gol dari Soriba Diaoune. Namun, Lille harus menghadapi kenyataan pahit ketika Galatasaray berhasil membalikkan keadaan dengan mencetak empat gol, termasuk gol bunuh diri dari Nabil Bentaleb.
Usai pertandingan, Verdonk tidak ragu untuk mengkritik performa timnya, terutama di lini belakang dan serangan. Ia menyatakan bahwa meskipun skema permainan yang diterapkan pelatih Davide Ancelotti sudah baik, kelengahan pemain menjadi penyebab utama kekalahan tersebut. “Kami terlalu mudah kebobolan,” ungkapnya.
Pemain berusia 29 tahun itu menyoroti gol ketiga Galatasaray yang terjadi akibat kurangnya kewaspadaan dalam mengantisipasi situasi bola mati. Verdonk menekankan pentingnya perbaikan di kedua lini, baik pertahanan maupun penyerangan, agar Lille bisa meraih hasil lebih baik di sisa pertandingan Liga Champions.
Kekalahan ini membuat Lille terpuruk di peringkat ke-31 dari 36 tim di fase liga, tanpa meraih poin. Dengan lima pertandingan tersisa, Lille harus berjuang keras untuk menjaga peluang lolos ke babak play-off 16 besar.



