Dibuang dan berulang kali ditolak oleh klub kampung halamannya tidak membuat Thijs Dallinga patah arah. Keberaniannya ‘turun kasta’ ke liga kedua justru menjadi titik balik yang melontarkan namanya hingga menaklukkan Prancis, menembus panggung Italia dan Jerman, serta mengenakan jersey Oranje Timnas Belanda.
SURAT PENOLAKAN DARI RUMAH SENDIRI
Bagi seorang anak laki-laki yang tumbuh di wilayah utara Belanda, tidak ada mimpi yang lebih sederhana selain mengenakan jersey hijau-putih milik FC Groningen. Thijs Dallinga adalah salah satu dari ribuan anak yang memimpikan hal tersebut. Namun, perjalanan kariernya tidak dimulai dengan karpet merah. Justru sebaliknya: ia mengawalinya dengan penolakan beruntun.
Groningen berulang kali mengirimkan pesan implisit bahwa bakat Dallinga belum cukup bagus. Ia harus meniti jalan memutar melalui klub-klub amatir lokal sebelum akhirnya diberi kesempatan masuk ke akademi Groningen. Tetapi ketika ia berhasil menembus skuad utama, kenyataan pahit kembali menyapa. Dallinga lebih banyak menghabiskan waktunya di bangku cadangan, hanya mendapatkan menit bermain sekadarnya di penghujung laga.
Pada titik itu, banyak pemain muda memilih bertahan, menikmati gaji aman, dan berharap keajaiban datang. Dallinga tidak. Ia mengambil keputusan nekat: menolak perpanjangan kontrak di Groningen dan memilih hengkang demi mencari panggung di mana ia benar-benar dibutuhkan.
MEMBAKAR KASTA KEDUA BERSAMA EXCELSIOR
Keputusan Dallinga untuk ‘turun kasta’ ke kompetisi tingkat kedua Belanda (Keuken Kampioen Divisie) bersama Excelsior Rotterdam pada musim panas 2021 sempat dipandang sebagai langkah mundur. Namun, bagi Dallinga, itu adalah satu-satunya cara untuk membuktikan kapasitas dirinya sebagai penyerang utama.
Di bawah bimbingan pelatih Marinus Dijkhuizen—seorang mantan striker yang memahami betul psikologi seorang juru gedor—Dallinga meledak. Ia tidak sekadar mencetak gol; ia mendominasi kompetisi.
Dallinga mengemas 32 gol dalam 37 pertandingan liga, meraih gelar pencetak gol terbanyak, dan membawa Excelsior promosi ke kasta tertinggi. Musim luar biasa itu memutus semua keraguan. Surat-surat penolakan di masa lalu seketika menjadi catatan tak berarti dibanding rekor gol yang ia ciptakan.
MENAKLUKKAN PRANCIS HINGGA PANGGUNG LIGA CHAMPIONS
Performa tajamnya di kasta kedua Belanda memikat klub Ligue 1 Prancis, Toulouse FC, yang memboyongnya pada musim panas 2022. Banyak pengamat meragukan apakah ketajaman Dallinga sanggup bertahan saat berhadapan dengan bek-bek fisik tangguh di Prancis.
Dallinga menjawabnya di lapangan. Setelah melawati fase adaptasi di paruh pertama musim, ia menjadi sosok kunci di lini depan Toulouse. Puncak pembuktiannya terjadi di partai Final Coupe de France 2023, di mana Dallinga mencetak dua gol untuk membawa Toulouse meraih trofi bersejarah.
Ia tidak berhenti di situ. Di ajang Liga Europa musim berikutnya, nama Dallinga makin diperhitungkan setelah ia membobol gawang Liverpool dalam kemenangan legendaris 3-2 di Stadion Municipal. Konsistensi tersebut mengantarkannya pada impian tertinggi setiap pesepak bola Belanda: dipanggil oleh pelatih Ronald Koeman untuk mengenakan jersey Oranje Timnas Senior Belanda pada akhir 2023.
PETUALANGAN DI ITALIA DAN BABAK BARU DI BUNDESLIGA
Pada musim panas 2024, langkah besar berikutnya datang saat Bologna FC memboyongnya ke Serie A Italia senilai €15 juta untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Joshua Zirkzee. Di kompetisi yang terkenal dengan garis pertahanan rapat dan taktik ketat ini, Dallinga terus mengasah kemampuannya sebagai penyerang yang efisien.
Kini, di pertengahan musim 2026, Dallinga membuka babak baru dalam kariernya di Jerman bersama 1. FC Köln. Datang dengan status pinjaman plus opsi permanen, Dallinga langsung memberikan dampak nyata lewat naluri golnya yang tajam di ajang Bundesliga.
Perjalanan Thijs Dallinga adalah cerminan dari ketahanan mental dan keberanian mengambil risiko. Ia mengajarkan satu hal penting: bahwa karier sepak bola tidak selalu ditentukan oleh seberapa cepat Anda memulai di klub besar, melainkan seberapa berani Anda mengambil jalan memutar untuk menempa diri.



